Home Top Ad

9 Cara Menulis Artikel Berkualitas Yang Benar Di Mata Google


Pengetahuan SEO - Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana caranya menulis artikel berkualitas yang benar di mata google. Karena banyak sekali teman-teman diluar sana yang masih belum memahami tentang bagaimana cara menulis artikel berkualitas.

Website beda dengan buku. Waktu beberapa orang searching web, mereka umumnya tidak senang baca artikel yang begitu panjang.

Ini adalah permasalahan paling besar yang biasa melanda pemiliki website dan blog. 
Telah capek-capek buat artikel, Tidak ada yang baca sampai selesai, Lalu tidak ada yang berkunjung ke websitenya, dan pada akhirnya artikel mereka tidak berhasil memperoleh rangking di Google walau telah Belajar SEO sekalipun.

Tetapi jangan sedih jangan gundah jangan juga resah, masih banyak jalan menuju roma guys.
Di artikel kali ini saya akan mengajari anda bagaimanakah cara menulis artikel berkualitas yang benar di mata Google.

KESAMPINGKAN SEO 

Jika anda baca di beberapa situs lain, tuturnya agar web kita banyak yang baca, karena itu artikelnya harus dioptimalkan untuk mesin perayap atau SEO. Istilahnya “artikel SEO-friendly”. Sayangnya, ide ini telah tertinggal zaman.

Yang terjadi malah sebaliknya, mereka yang menerapkan tehnik SEO (jadul) malah tidak berhasil, serta mereka yang lupakan SEO saat membuat artikel malah memperoleh rangking tinggi. Edan kan?
Ini sebab mereka yang konsentrasi dengan SEO dengan tidak sadar justru menulis artikel untuk mesin, artikel yang sangat tidak menarik dibaca oleh orang.

Oleh karenanya, dalam tips ini saya ajak anda untuk mengenyampingkan SEO-friendly & fokus kepada “Human-Friendly”. Dulu, yang kita kira jadi artikel SEO ialah yang semacam ini:

  • Mempunyai kata kunci (keyword) density demikian % 
  • Panjang minimum 300/500 kata 
  • Bold, underline, italic di tiap kata kunci (keyword) 
  • Kata kunci (keyword) di judul, paragraf pertama, paragraf paling akhir 
  • Kata kunci (keyword) di meta description 
  • Memakai subheader (h2-h6) yang berisi kata kunci (keyword) 

Tetapi sekarang…lupakan semua ketentuan barusan. Ini alasannya :

Google menggunakan tingkah laku manusia untuk memastikan rangking pada hasil penelusuran 

Bingung? Maksud saya begini, ketika kita (manusia) membaca artikel, kita ketahui jelas perbedaannya di antara yang bagus serta buruk. Artikel yang bagus umumnya dibaca dalam durasi yang lama, seringkali direferensikan pada orang lain, dan pembaca tak perlu cari artikel lainnya .

Google dapat mengartikan tingkah laku ini jadi data lalu data tingkah laku berikut yang dipakai untuk memastikan rangking. Karena itu saya katakan Google memakai tingkah laku manusia. Apakah sudah mengerti maksudnya ?

Ini gambarnya agar cukup lebih jelas : 



Silahkan kita kembali lagi ke 6 ketentuan kuno di atas, anggaplah anda menulis buku fisik, bukan website. Apakah anda akan memakai banyak bold, italic, underline, serta kata kunci (keyword) density tersendiri dapat membuat buku anda bertambah menarik? Harusnya tidak berpengaruh.

Emangnya iya jika kita menulis kata ABC demikian kali lalu artikelnya mendadak bertambah menarik? Tidak logis, malah jika memakai satu kata terlalu berlebih justru akan membuat manusia yang membaca artikel anda bertambah terganggu dan berakibat mereka tidak jadi baca.

Nah, sebab kita sudah mengetahui jika artikel di web SAMA dengan artikel di buku (saling dipandang oleh manusia) karena itu triknya harus sama, anda harus lupakan tehnik SEO kuno serta konsentrasi pada manusia. Itu artikel yang bisa jadi viral, dibaca beberapa orang, serta memperoleh rangking tinggi di mesin perayap.


1. Pelajari Karakter Calon Pembaca Website Anda 

Beda topi tentu peminat / pengunjung / pembaca nya juga jelas akan berbeda. Anak muda, dewasa, sebagian besar pria, sebagian besar wanita, dan sebagainya.

Contohnya :
Artikel mengenai “keuangan” mungkin pembacanya umur 25 ke atas, ya kan? Lalu artikel tentang game yang berminat lebih muda. Jadi cara menulisnya jelas berbeda. Ribet ya!!!

Untuk apa sich kita harus pelajari karakter ? 
Itu bertujuan agar anda dapat sesuaikan isi artikel khususnya style tulisan dengan ciri-ciri pembaca anda. Dalam kata lain :

  • Agar artikel anda enak dibaca. 
  • Agar pembaca tidak jemu. 

Misalnya, jika pembaca anda sebagian besar anak muda, anda pakai bahasa yang lebih enjoy. Jika anda kaku, karena itu mereka akan merasakan aneh, Jika telah seperti itu, mereka akan pergi. Ada satu hal , anda tidak harus menulis sesuai dengan EYD seperti yang di ajarkan bu guru di sekolah yang penting enak dibaca. Mari kita balik ke jenis pembaca.

Untuk tahu demografi pembaca web, anda dapat lihat dari beberapa media berikut: 

  • Google Analytics (Audiens  Demographics ⇒ Overview
  • Situs kpmunitas dimana beberapa orang yang ketertarikan pada topik yang anda buat dan ingin ikut bergabung 


Gambar di atas adalah demografi pembaca situs ini dan Diambil dari Google Analytics.

Dari sana saya dapat tahu jika pembaca situs PanduanIM ini ialah sebagian besar pria berusia 18-24 tahun. Tulisan saya sesuaikan.


2. Buat Judul Yang Semenarik Mungkin Agar Pembaca Mengunjungi Website Kita 

Tahukah anda…kalau ada 100 orang yang singgah ke web anda, 80 orang akan membaca judul artikelnya tetapi cuma 20 orang yang lanjut baca didalamnya, sungguh malang ya.

Berarti anda kehilangan kekuatan pembaca yang besar sekali, coba kita ingatlah kembali saat lakukan penelusuran di Google. Apa yang membuat kita pilih salah satunya web? Sudah pasti judul nya!!!



Jadi persaingan kita diawali dari judul, kalau judul artikel nya kurang menarik, sebagus apapun isi konten artikel tersebut orang tidak akan masuk untuk membaca artikel kita dikarenakan oleh judul yang kurang menarik. Satu hal , Jika kita bicara ranking. Judul salah satunya unsur paling besar yang akan membuat rangking artikel anda di Google jadi tinggi.
Lihat gambar berikut untuk mengerti asumsinya: 



Google ikuti tingkah laku manusia, manusia akan mengklik judul yang lebih menarik karena itu jika manusia memandang artikel ke-2 lebih baik, karena itu Google akan meningkatkan rangking artikel itu jadi ke rangking satu itu logikanya, sekarang kita perhatikan caranya.

Misalnya jika anda search di Google dalam kata kunci “cara menyingkirkan lalat”, selanjutnya di rangking 1-3 ada artikel berjudul semacam ini : 

  1. 5 Cara Menyingkirkan Lalat 
  2. 5 Cara Praktis untuk Menyingkirkan Lalat dari Rumah dalam 30 Menit 
  3. Panduan Panduan Langkah Menyingkirkan Lalat Dengan Alami Paling baru Terlengkap 
Judul Artikel Pertama 
Sangat biasa, format penulisan judul seperti nomor 1 sangat standard dan tidak ada faktor X yang membuat orang tertarik untuk berkunjung ke website kita.

Sekarang kita bahas perihal judul ke-2.
Ada beberapa kata seperti “praktis” dan “dalam 30 menit”.
Dari judulnya kita dapat memikirkan jika artikel ke-2 punyai nilai plus dari artikel pertama. Jika saya hanya bisa baca 1 artikel, saya akan pilih yang ke-2. Judul pertama itu seperti makan tahu & Judul ke-2 seperti makan tahu + kecap.

Manusia yang lakukan penelusuran di Google tetap ingin jalan keluar paling baik serta paling mudah dari persoalan mereka. Berikut yang perlu kita menawarkan, karenanya, di judul harus ada “kecapnya” dan tidak cuma sekedar judulnya saja.
Artikel anda harus juga ada kecapnya jika anda menulis mirip contoh di atas (panduan praktis 30 menit), karena itu didalamnya harus juga sesuai judulnya. Jangan menipu pembaca.

Sekarang kita akan membahas perihal judul ke-3.
Pokoknya sich jangan bikin judul seperti nomor tiga kenapa ? Karena judul ke-3 ialah korban dari optimisasi terlalu berlebih dengan masukkan beberapa kata yang kelihatan ramai, walau sebenarnya malah jadi aneh dibaca dan ini trend konyol yang seringkali dikerjakan blogger Indonesia.

Jangan sampai pakai judul ke-3 untuk cara ngeceknya, coba katakan judul itu. Jika tidak umum disampaikan, bermakna judulnya aneh, jangan dipakai karena cara pengerjaan judul penting. Dan penyeebab utamanya karena itu saya membuat 1 artikel spesial yang mengulas judul.


3. Artikel Anda tidak akan dibaca dengan detail, Lakukan ini untuk Mengakali nya 

Diatas saya sudah sampaikan jika artikel di web beda dengan buku. Waktu baca buku atau koran atau majalah, kita sedang ingin konsentrasi membaca. tapi berbeda dengan artikel di internet tidak begitu.

Di internet, beberapa orang ingin bergerak secara cepat dari web A ke web B. Karena itu mereka tidak membaca artikel kata per kata anda juga pasti juga telah melalui sejumlah besar tulisan di atas, Ini wajar.

Cara pembaca ini dinamakan F-shaped pattern, sebab seperti huruf F. 

Jadi mereka lakukan scanning dengan vertikal, selanjutnya saat temukan kalimat yang menarik baru mereka membaca dengan horizontal. Dan gambar di bawah ini didapat dari riset memakai alat pencari pergerakan mata saat membaca content di web.


Seperti kelihatan dalam gambar, sejumlah besar orang cuma membaca komplet dibagian atas. Makin ke bawah, makin berkurang yang mereka baca. Seperti huruf F kan?

Jadi penulis, kita ingin meminimalkan yang semacam ini, kita ingin agar mereka membaca sepanjang mungkin. Alasannya penting :
Semakin lama mereka habiskan waktu di web anda, maka terbentuk “ikatan” yang kuat di antara anda dengan pembaca maka si pembaca akan makin “cinta” dengan anda serta artikel anda. Karena itu, ada 2 langkah untuk menyiasati.

Jangan Ikutin Saran Dari Guru Bahasa Indonesia 

Satu paragraf semestinya terbagi dalam minimum 5 kalimat serta harus memiliki kandungan satu inspirasi inti. Jika tidak, saya berikan nilai 0. 

Itu adalah teori waktu anda masih duduk di kursi sekolah, ini sangat tidak bagus untuk artikel di web. Kenapa?
Sebab paragraf yang berisi kebanyakan tulisan akan membuat mata capek, oleh karena itu semestinya satu paragraf untuk artikel web optimal 3-4 baris (bukan kalimat), dengan panjang horizontal tidak kurang dari 20 kata. Tidak hanya paragraf singkat, anda dapat juga memakai subheader untuk memangkas atar sisi agar artikel anda bertambah “ringan”.

Lihat gambar ini jadi perbandingan: 


Menurut kalian mana yang lebih enak untuk dibaca? Bagian kiri atau bagian kanan?
Jelas bagian yang kanan.

Aplikasikan Inverted-Pyramid (piramida terbalik

Mulai menulis itu sulit, apa yang dicatat lebih dulu? Apa seterusnya? Apa ini butuh diulas ataukah tidak? sangat membingungkan.
Untungnya, ada satu cara yang dapat menegaskan bingung anda yaitu cara piramida terbalik.
Cara ini seringkali dipakai oleh jurnalis untuk bikin berita yang menarik untuk dibaca dan tehnik ini akan kita gunakan. Kurang lebih semacam ini:


Sisi atas (depan) artikel harus memiliki kandungan deskripsi penting dari artikel anda serta fakta kenapa mereka harus membaca artikel itu selanjutnya. Apakah anda mengerti maksudnya?

Jadi dibagian awal artikel harus ada satu info berbentuk “manfaat” serta “iming-iming” agar pembaca ingin meneruskan membaca sampai habis, lalu ditengah-tengah artikel kita terangkan selanjutnya detailnya. Perlu contoh? Coba scroll sedikit ke atas ke awal sisi cara ini.

Diawalnya saya menerangkan jika cara ini dapat menolong anda menangani bingung serta dapat dipakai untuk menulis artikel yang menarik, itu manfaat dan iming-imingnya dan dengan begitu akan makin banyak pembaca yang akan meneruskan membaca sampai akhir.


4. Ikuti Format Berikut Biar Artikel Anda Terbaca

Saya seringkali menemukan artikel semacam ini : Topiknya menarik, namun tulisannya sulit dibaca. Pada akhirnya walau kelihatannya menarik tetapi jadi sulit dibaca saya pribadi pun malas untuk melanjutkan membaca isi artikel tersebut dan langsung saja menutup tab dari website tersebut. Coba deh, apa perasaan anda jika anda harus membaca artikel yang seperti ini :

  • Hurufnya begitu kecil 
  • Jarak antar barisnya kecil 
  • Memakai type font yang susah dibaca 

Sebaik apa pun isi artikelnya, sia-sia jika tidak bisa dibaca.
Saya seringkali dengar beberapa orang berumur 40+ yang merintih saat membaca artikel di muka computer, tuturnya begitu kecil serta susah dibaca. Jangan menyiksa sang pembaca artikel anda silahkan anda menggunakan font serta ukuran yang gampang untuk dibaca.

Font-font seperti Arial, Helvetica, Open Sans, Roboto, Georgia, ini adalah font yang umum digunakan di web, jadi lebih baik anda menggunakan font semacam ini dibanding yang tidak umum, atau jika anda bingung, lebih baik tak perlu pakai spesial font. Lebih jelasnya :

  • Pakai font yang gampang dibaca ataukah tidak perlu pakai font spesial jika anda bingung 
  • Ukuran di antara 14-22px 
  • Lebar horizontal di antara 480-720px 
  • Line-height di antara 1.5-2em 
  • Margin dibawah paragraf di antara 1.5-2em 

Ini cara-cara yang dapat dilakukan agar artikel anda bertambah gampang dibaca: 


  • Pakai banyak gambar 
  • Pakai subheader agar artikel panjang jadi beberapa bagian yang lebih kecil 
  • Pakai daftar (semacam ini) 


5. Gunakan Isi Content dan Gambar Yang Berkualitas Di Dalam Postingan Artikel Anda 

Finally, kita masuk ke pokok penting dari artikel ini, isi content dan gambar yang berkualitas di dalam content artikel yang akan anda posting. Semakin berbobot artikel anda, karena itu pembaca makin senang. Makesense kan?

Menurut anda pribadi lebih enak mana membaca 1 artikel panjang tapi isi nya detail, jelas, padat atau membaca 10 artikel pendek yang isi informasi nya sepotong-sepotong

Kalau saya pribadi lebih memilih yang pertama. Untuk menulis artikel berkualitas yang dapat memberi kepuasan pembaca anda harus lakukan analisa. Tetapi permasalahannya ini :

Artikel yang berbobot cuma dapat dibikin oleh penulis yang memahami benar tentang topiknya dan anda tidak bisa membuat artikel yang berbobot tanpa ada pahami apa yang diulas serta cuma bermodal tiru sana tiru sini. Jalan keluarnya mudah.
Jika anda bukan satu orang pakar dalam tema artikel yang akan anda bikin, memperbanyak waktu untuk membaca artikel-artikel lain yang semacam.

Selanjutnya pakai Cara KTP Untuk Membuat Content Berkualitas. Cara analisa ini seringkali ditinggalkan oleh blogger,oleh karenanya, sayangnya, di Indonesia ada banyak artikel-artikel yang tidak berbobot. Diantaranya contoh berikut :
Artikel ini saya dapatkan di Google, topiknya ialah “cara tingkatkan produktivitas“. 

Coba lihat pokok dari artikel itu: 

  • Pemahaman produktivitas 
  • Utamanya produktivitas 
  • Bangun lebih pagi 
  • Punya arah 
  • Belajar dari orang lain 
  • Jauhi merasakan kerepotan 
  • Mengambil waktu beristirahat 
  • Berdoa sebelum kerja 

Silahkan kita bedah satu demi satu pokok dari artikel barusan (tanpa ada dengan maksud menjelekkan penulisnya) : 

  1. Pemahaman produktivitas — Jika satu orang cari informasi mengenai langkah tingkatkan produktivitas, mereka TIDAK butuh diberitahu apakah itu pemahaman produktivitas, mereka telah memahami. 
  2. Utamanya produktivitas — sama dengan nomor 1 
  3. Bangun lebih pagi — ya iyalah, ini sich telah jelas 
  4. Punya arah — jika tidak punyai arah ya pastinya tidak dapat produktif 
  5. Belajar dari orang lain — malah baca artikel ini sebab ingin belajar, kok justru diminta belajar ke orang lain 
  6. Jauhi merasakan kerepotan — kebanyakan orang juga tahu 
  7. Mengambil waktu beristirahat — sama dengan nomor 6 
  8. Berdoa sebelum kerja — jika orangnya religius, berdoa memanglah bagus, tetapi ini bukanlah langkah yang dapat tingkatkan produktivitas 

Sudah Jelas? Silahkan kita ulas selanjutnya, Jenis artikel yang umum di internet ada 2: Informasi dan juga Panduan.
Jika artikel berbentuk tips, didalamnya harus betul-betul dapat jadi tips bukan hanya sekedar bacaan namun harus langsung bisa dipakai untuk menyelesaikan permsalahan. (Contoh artikel barusan harusnya sich tips).

Artikel tips yang baik didalamnya bisa dipakai jadi dasar pegangan saat pembaca akan lakukan suatu hal yang terkait dengan artikel itu. 
Contohnya:

  • Resep makanan yang langsung bisa dikerjakan saat mereka memasak 
  • Tips beli HP sisa yang dapat jadikan tips saat beli HP sisa 
  • Langkah tingkatkan produktivitas kerja yang langsung bisa dikerjakan untuk tingkatkan produktivitas 

Jika kita hanya memberi info yang tidak berbobot (mirip contoh di atas), karena itu artikel anda tidak berguna kembali pada contoh artikel di atas.

Sesudah membaca isi artikel itu kurang lebih apa yang dikerjakan pembaca? Apa produktivitas mereka bertambah?
Saya pikir mereka langsung tutup tab browser tanpa ada lakukan apa pun yang dapat tingkatkan produktivitas, selanjutnya langsung lupa didalamnya dalam 10 menit.


Artikel Berkualitas Umum Nya Memiliki Isi Konten Yang Jelas, Singkat dan Padat

Ada kekeliruan fatal yang seringkali dikerjakan oleh penulis content, yakni menulis kebanyakan basa-basi sebab ingin memperoleh jumlahnya kata tersendiri, ini dikarenakan orang katakan artikel panjang = bagus untuk SEO. Tetapi yang penting sebenarnya bukan panjangnya, tetapi beratnya.

Berikut 2 contoh formasi artikel: 



  • Artikel A cuma dibikin sekedar untuk sampai jumlahnya kata tersendiri tanpa ada memberi faedah 
  • Artikel B dibikin untuk mengedukasi. Lewat proses analisa serta rencana yang mendalam hingga hasilnya “berdaging” 

Sadar ataukah tidak, banyak penulis yang membuat Artikel A, Sebab mudah tinggal basa-basi.
Untuk menulis artikel B, anda mau-tidak-mau harus memahami mengenai topiknya. Jika tidak, karena itu artikel anda tidak bisa “mengajarkan” suatu hal pada orang lain. Oleh karena itu turuti Cara KTP ini sebelum membuat artikel.

Tetapi bagaimana jika topiknya hanya dapat diulas singkat? 

Mudah :
Jangan dipanjang-panjangkan, Tema benar-benar punya pengaruh dengan panjang artikel.
Jika tema yang anda pilih memang sempit, karena itu artikelnya memang akan jadi pendek.
Tetapi ini berlaku sebaliknya : Jika topiknya besar, jangan bikin artikel yang pendek (sebab malas). Ini jadi artikel yang tidak berbobot.

Atau jika dapat, pilih tema yang dapat diulas jadi panjang. Sebab rata-rata memang artikel panjang memperoleh hasil yang semakin bagus di mesin pencari:


Ini gambar riset yang tunjukkan jika artikel di halaman 1 Google sekarang rata-rata panjangnya melewati 2000 kata.

Kesimpulan : 
Jika dapat, pilih tema yang luas, lalu bikin artikel yang berbobot, tetapi jika memang topiknya singkat, jangan dipanjang-panjangkan.

6. Masukan dan Gunakan Kata Kunci (Keyword) LSI 

Sebenarnya saya belum ingin ulas yang ini tapi banyak pembaca yang protes, mengapa saya tidak ulas mengenai SEO walau sebenarnya ini cara menulis artikel berkualitas.
Oleh karenanya, saat ini kita masuk ke teknikal SEO, (jika anda belum mengetahui SEO silahkan baca Pengertian dasar SEO, Macam Jenis SEO, dan Kegunaan SEO). Ini salah satunya panduan paling ampuh untuk bikin kata kunci (keyword) yang dapat memperoleh rangking tinggi.

Ada 2 manfaat memakai kata kunci (keyword) LSI


  • Memperoleh rangking untuk beberapa long tail kata kunci (keyword) 
  • Tingkatkan kaitan & ranking untuk kata kunci (keyword) penting 

Buat anda yang tidak pernah dengar arti ini, silahkan kita ulas dulu. apa sich LSI?
Secara singkat, LSI (Latent Semantic Index) ialah fitur yang diadopsi oleh mesin perayap seperti Google agar dapat pahami arti dari artikel.

Contohnya “Apple”.
Arti Apple dapat ambigu di antara buah atau nama perusahaan, mesin perayap dapat memperbedakan mana yang buah serta mana yang perusahaan dengan membaca beberapa kata yang melingkari kata intinya.



Jadi jika anda cari di Google dalam kata kunci “apple store”, karena itu Google memahami yang disebut bukan toko buah apel tetapi tokonya perusahaan Apple.

Tetapi apa jalinan LSI dengan SEO? 

Masih ingat tehnik SEO kuno barusan? Mengulang kata kunci (keyword) untuk sampai prosentase tersendiri.
Dibanding semacam itu, lebih baik gunakan kata kunci (keyword) LSI untuk memberi tahu mesin perayap jika artikel kita berkaitan dengan yang diharapkan user, dan hasilnya, rangking anda akan bertambah baik, pembaca jadi tidak merasakan aneh.

Tehnik ini bertambah ampuh dibanding SEO kuno (kata kunci (keyword) density) sebab kita tidak lakukan banyak perulangan keyword yang sama. Tidak itu saja, anda akan memperoleh ranking untuk beberapa macam kata kunci (keyword) LSI.
Cari kata kunci (keyword) LSI tidak susah. Kerjakan penelusuran di Google dengan kata kunci (keyword) penting anda, dalam perumpamaan ini saya pakai “belajar gitar”. Scroll ke sisi bawah. anda akan temukan ini:

Berikut beberapa macam yang dapat anda pakai, yang butuh anda lihat saat ini ialah pemakaiannya. Anda dapat catat beberapa kalimat yang memakai kata yang diciptakan tebal. Tetapi ingat, beberapa kalimat anda harus alami, memakai tata bahasa yang baik. Ini contohnya :
Ini hari kita akan belajar langkah bermain gitar untuk pemula 
10 tahun waktu lalu saya pertama-tama belajar bermain gitar dengan otodidak memakai satu tehnik yang benar-benar efisien hingga saya bisa saja cakap dalam 6 bulan. Kesempatan ini saya akan mengajari tehnik yang sama supaya anda dapat juga jadi cakap secara cepat  
Silakan buat persiapan gitar akustik atau classic. Pertama kali, kita akan belajar bermain melodi dari beberapa lagu gampang
Ingat, anda tak perlu memakai semua. Memakai beberapa saja cukup sudah, yang penting logis.


7. Lakukan Pengecheckan Tata Bahasa dan Ejaan Kata 

kelihatannya benar-benar remeh, tetapi sebenarnya benar-benar penting, apalagi sebab di Indonesia kita benar-benar jarang-jarang memakai bahasa baku dalam kehidupan seharian. Mengakibatkan, serta di beberapa situs berita juga banyak berlangsung kekeliruan.

Remeh memang, tetapi saat berlangsung kekeliruan tulisan karena itu artikel anda langsung memperoleh kesan-kesan tidak profesional. Ini beresiko. Pikirkan jika anda berkunjung ke satu web yang jual produk seharga Rp 10juta, tetapi nyatanya di isinya terdapat banyak kekeliruan tulisan. “Gimana ingin dipandang serius, menulis saja tidak becus.”

Permasalahannya : 
Untuk artikel berbahasa Indonesia kita belum punyai software yang dapat mengecek kekeliruan tata bahasa (grammar). Cuma ejaan yang dapat kita check,jadi hanya satu jalan keluar yakni mengecek dengan manual. Lakukan cara sebegai berikut :

  • Catat artikel anda sampai usai tanpa ada lakukan kontrol 
  • Baca artikel anda dengan suara (bukan dalam hati) 
  • Benahi tiap kalimat yang terdengar ganjil saat disampaikan 

Alasan nya ada 2
  1. Sebab jika anda membaca dalam hati karena itu kesalahan-kesalahan kecil akan terlewati. 
  2. Saya meyakini ini tentu berlangsung, di artikel anda akan ada BANYAK beberapa kalimat yang terdengar aneh saat disampaikan. Keanehan ini akan ada jika artikelnya dibaca dengan suara. 

Saat membaca, pikirkan anda sedang presentasi di muka umum atau sedang menceritakan dengan rekan anda (bergantung type artikelnya).


8. Terapkan Optimasi SEO On-Page 

Lho tuturnya lupakan SEO, kok ulas SEO ? Waktu menulis, lupakan SEO. Tetapi optimisasi on-page SEO ini kita kerjakan SETELAH artikel usai dicatat. Lupakan SEO waktu menulis, ingat SEO waktu usai menulis.

Proses SEO ini tidak lama, paling-paling cuma memerlukan waktu 1 menit. Tetapi beberapa orang yang begitu pusing dengan adanya ini serta meremehkan yang lebih penting di atas. Maka, ini saya ulas diakhir.

Meta Description 

Meta description kadang akan ada pada hasil penelusuran jadi rangkuman artikel anda. Ini dapat tingkatkan click ke web anda jika digunakan dengan pas.
Berhati-hati : Kekeliruan paling besar dalam tulisan meta description ialah menumpuk kebanyakan kata kunci (keyword), sebenarnya tak perlu mengikutkan keyword tapi jika anda memang ingin menulis kata kunci (keyword), jangan lebih dari 1 dan yang penting ialah tehnik penulisannya bagaimana anda dapat mengundang calon pembaca untuk berkunjung ke web anda.

URL 

Biasanya URL web akan ada dengan automatis, dibikin sama juga dengan judul artikel anda. Tapi sebagian orang (seperti saya) lebih senang memakai URL yang diubah. Panduan dalam tulisan URL:

  1. Memiliki kandungan kata kunci (keyword) penting 
  2. Tidak panjang 
  3. Upayakan tidak memiliki kandungan preposisi
Atau anda juga bisa merubah nya secara otomatis dengan cara merubah bagian permanlink. 

Gambar 

Artikel tanpa ada gambar itu menjemukan, jangan mentang-mentang sebab membuat artikel, lalu anda merasakan tak perlu mengikutkan gambar. Entahlah sebab malas atau fakta lain dan jangan juga untuk sekedar penghias.
Gambar dalam artikel untuk menjelaskan ide yang sulit diterangkan cukup dengan tulisan. Lihat lebih jauh, ini faedah gambar dalam artikel:

  1. Tingkat bacaan jadi tambah tinggi (artikel dibaca lebih jauh) 
  2. Sharing ke FB serta Twitter bertambah 216% serta 110% 
  3. Jumlahnya retweet bertambah 35% 
  4. Jumlahnya sharing di Facebook bertambah 85% 

Dalam HTML, pakai atribut alt untuk gambar. Bila memang terkait dengan gambarnya, pakai kata kunci (keyword) LSI dalam alt.

Inbound Link dan Outbond Link 

Jika sangat mungkin, masukkan Inbound Link / Internal Link (link yang mengarah ke hompage / postingan lain di dalam website kita) dan selan internal link, link ke web lain sangat penting atau biasa disebut juga Outbond link / external link (link yang menuju keluar website). Baca penjelasan tentang 15 Cara Optimasi SEO On Page.


9. Sekarang Waktunya Mencari Visitor / Pembaca 

Banyak penulis artikel web yang merasakan sesudah mendesak tombol ‘publish’ karena itu pekerjaannya selesai? Tentu belum, tantangan sebenarnya baru akan dimulai.
Pada hari yang sama saat anda menerbitkan artikel, ada juta-an artikel lain yang publish dan artikel anda tidak diketemukan jika tidak di share di social media,dll.

Jika tidak ada manusia yang membaca, karena itu Google tidak tahu mutunya hingga artikel anda tidak memperoleh rangking tinggi. Jadi jangan senang dahulu sesudah menerbitkan artikel dan kurang membuat content yang berkualitas selanjutnya dibiarkan demikian saja. Anda harus mendistribusikan / menyebarkan artikel yang baru anda buat baru saja.

Website yang telah terkenal juga mereka tetap membagikan dan mempromosikan tentang postinga artikel baru yang telah mereka buat dan share. Share artikel yang pas akan tingkatkan jumlahnya pengunjung anda sampai berulang-kali lipat.


Ada banyak cara yang dilakukan para penulis untuk menyebarkan artikel yang telah mereka buat untuk mengundang visitor agar datang ke website mereka :

  1. Bagikan postingan anda ke media sosial & situs komunitas (forum).Ingat!!! Jangan spam, berikan komentar di blog comment / forum yang memiliki hubungan dengan topik artikel kalian. 
  2. Pasang tombol sharing di tiap artikel untuk memudahkan pembaca share artikel 
  3. Bagikan ke account Twitter yang mengulas tema sama 

Ke-3 tips di atas adalah sebagian kecil cara untuk mengundang visitor untuk membaca postingan anda. Masih ada banyak cara yang lain.

Baca Juga : Cara Untuk Meningkatkan Traffic Di Website Kamu

Semoga artikel yang saya bagikan kali ini bermanfaat untuk anda semua. Terimakasih.
9 Cara Menulis Artikel Berkualitas Yang Benar Di Mata Google 9 Cara Menulis Artikel Berkualitas Yang Benar Di Mata Google Reviewed by Tentang SEO on Kamis, Oktober 31, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar

Buy Hosting Get Special Discount

DomaiNesia